Rabu, 02 November 2016

cerah indah

Pagiku..
Memang selalu tegar dengan dentingan waktu yang berjalan dengan rythme yang bergelombang longitudinal..
Subuhnya menyapa tapi embunnya kering..
Kala itu dedaunan mulai tumbuh embunnya tak stabil..
Ada nada angin yang menyeringai dibalik tumbuhan belukar..
Mengikat cerita tentang nafas yang tak kunjung reda keluhannya..
Ya nafas itu aku.. dan mereka ciptaannya yang jadi saksi bisuku..
Terima kasih, kalimat konyol itu terlontar saja dari mulutku dan tak bermakna apa2..
Ia hanya sepenggal kata ungkapan rasa syukur tanpa siratan apapun..
Namun kerap kali terbata, jika terucap dengan ketulusan..
Aku dan hidupku maafkanlah bukan hanya terima kasih.. 😊😆